DALAM KEHENINGAN PARIS
Dari arah samping koridor gedung yg menjulang tinggi itu Lila menatap taman bunga yg dulu pernah membuatnya sangat bahagia .Tempat itu walaupun berada di tengah-tengah kepadatan dan kebisingan kota besar tapi tidak mengurangi keindahannya. Disitulah Lila untuk yg pertama kalinya merasakan kebahagiaan namun juga kesedihan yg masih ia rasakan hingga saat ini.
“Putri Lila hentikan langkahmu,jangan sekali –kali kakimu melewati anak tangga yg kedua itu!” Dengan gerakan reflek Lilapun tersadar dari lamunannya dan mendapati dirinya sedang melangkah berjalan kearah taman yg dulu sangat akrab dengannya.
“Eh kamu rupanya oyah darimana sih kok tiba-tiba aja ada disini?” Ah dasar pikun kamu,bukannya kemarin kamu yg telp dan meninggalkan pesan ke mba Surti untuk membawa brosur Paris The Best Place To Rest? Dengan gelinya aku tertawa menatap temanku yg sangat perhatian padaku khususnya setelah aku mengalami peristiwa itu. “Sorry I’m so sorry my friend,tapi apa brosurnya sudah ada?” Dengan cepat di rogohnya brosur yg ada dalam tasnya. “Untuk kamu sahabatku yg cantik apapun Lani slalu ada untukmu,hehehe….”Siang itu kami beranjak menuju kafe sebrang dan berbincang – bincang membahas tentang brosur tersebut.
Tak terpikirkan olehku apakah dengan memilih cara ini dapat menghibur hatiku dan melupakan semua yg pernah kualami bersama Fandy. Lagi lagi namanya kusebut dan slalu tak pernah bisa kulupakan.Di taman itu Fandy dan aku pernah berjanji akan pergi ke suatu tempat yang jauh lebih indah dan berdua kami mengikrarkan cinta kami. Pengalaman mencintai seseorang teramat melekat bahkan membekas jauh dalam lubuk hati yg terdalam. Ah…tidak,tidak aku harus dapat melupakan semuanya harus!sampai kapan aku terus seperti ini, Lila kamu jangan begini dong suara-suara dalam hatiku terus berbicara. Yah Lani benar aku tak mau dan tak boleh hidup dalam kenangan seperti ini. Lila semangatlah,semangatlah mana keceriaanmu yg dulu mana senyuman manismu yg lepas bak burung camar yg terbang dengan riangnya.Itulah kalimat yg slalu di ucapkan Lani padaku pada saat menghiburku.Besok pagi aku harus mendatangi travel wisata yg di promosikan Lani padaku.Yap…begitu baru namanya Lila kenapa harus takut toh ini mungkin jawaban yang selama ini aku cari.
Suasana saat ku langkahkan kaki memasuki halaman gedung perkantoran di kawasan Sudirman masih sangat lengang. Mungkin terlalu semangatnya aku pagi ini hingga tak menyadari bahwa jam kantor masih terlalu dini. Ku sapa dengan riang seorang petugas kebersihan”selamat pagi pak?” Dan bapak itupun dengan penuh senyum membalas sapaanku”selamat pagi juga mba,apa nggak terlalu cepat ngantornya?”Aku hanya tersenyum dan menjawab “iya nih pak, silahkan di lanjutkan kerjanya ya pak permisi…” Ah sudah saatnya hari ini harus ku isi dengan keceriaan dan mencoba untuk memandang jauh ke depan.
Tepatnya jam 9.00 pintu kantor travel/biro wisata sudah terbuka dan satu persatu para karyawan pun berdatangan.Dengan rasa yakin akan hari ini akupun melangkahkan kaki masuk menuju meja informasi. “Slamat pagi pak saya mau konfirmasikan mengenai brosur Paris Is The Best Place To Rest.” Karyawan itu pun dengan ramah melayani dan menjawab “Oyah anda adalah klien kami yg pertama pagi ini,tetapi silahkan anda menunggu sebentar akan saya tanyakan dulu pada bagian yg bersangkutan.” Tidak sampai sepuluh menit akupun di persilahkan masuk ke pintu yg menuju arah koridor tersebut. Setelah mendapatkan penjelasan dari managernya langsung akhirnya ku putuskan untuk ikut bergabung dalam Tur ke Paris bersama sepuluh orang lainnya. “Paris The Best Place To Rest” yah mungkin harus ku coba apakah benar tempat itu bisa membuat tenang dan apalagi untuk melepaskan kelelahan setelah peristiwa yg ku alami selama ini .Dengan cepat ku raih telpon genggamku langsung ke no Lani segera memberi tahu bahwa aku sudah memutuskan yg terbaik buatku.
“Halo morning sist…are you there? Lan pagi ini aku sudah ke kantor biro itu dan sesuai dengan jadwal mereka aku beserta sepuluh orang lainnya berangkat akhir minggu ini”. “Hah… mimpi apa aku semalam atau aku lupa membersihkan telingaku ya?” Ah dasar sahabatku ini paling suka mengerjain orang.
“Lan,aku serius nih aku baru aja keluar dari kantor biro itu dan orang pertama yg kuberitahu adalah kamu tau!” Terdengar tawanya terkekeh-kekeh dan ia pun menjawab “Ok ok sayang selamat deh maaf aku hanya kaget kamu begitu cepatnya mengambil keputusan tapi eit tunggu dulu berhubung karena aku orang yg buat kamu sadar dari mimpi mu sekarang aku minta di traktir, gimana?” “Makanya aku hubungi kamu skalian mau ajak makan siang entar.” “Ok deh sampai ketemu lagi Putri Lila….” “Ingat kafe yg biasa kita makan bersama? “Nah nanti kita ketemu disitu aja skarang kamu ke kantor dulu kerja yg benar ya.”Lila bergumam dalam hati,semua akan baik-baik saja yes…liat aja nanti tak sia-sia semua ucapanmu selama ini Lan.
Siang itu suasana kafe yg sudah sering kami kunjungi sangat ramai karena memang bertepatan waktunya makan siang.Aku dan Lani berbincang-bincang mulai dari mengapa secepat itu aku memutuskan rencana ini sampai apa-apa yg harus aku lakukan selanjutnya.
“Yah sepi dong enggak ada kamu tapi jangan lupa telpon setibanya nanti disana Lila.” “Iya…iya bawel amat sih,lagi pula kamu tidak akan kesepian kan ada Dandy menemani apalagi waktu malam minggu tiba.” Terkadang rasa iri melihat hubungan Lani dan Dandy yg begitu mesra dan mereka sudah menjalin hubungan cukup lama. Namun aku bahagia karena setidaknya sahabatku ini tidak sepertiku yg tak pernah awet dalam menjalin kasih/cinta apalagi mengalami kejadian sepertiku.
Kami berpisah di simpang jalan,karena lani harus balik lagi ke kantornya.akupun pulang ke rumah dengan hati yang penuh rasa percaya diri dan menunggu hari keberangkatan ke Paris tiba. Paris oh Paris tunggu kedatanganku,aku pasti bisa melupakan semua pasti bisa dan aku tak mau sia-siakan kepergianku ini hidup tidak sampai disini masih panjang perjalanan masih banyak jalan ke Roma.Yap Lani benar dan aku harus bisa membuktikan bahwa ini hanya mimpiku yg terburuk.
Tak terasa tinggal sehari lagi aku akan terbang ke Paris besok,Telpon di ruang tengah berdering dengan cepat aku berlari kecil meraih gagang telpon tersebut terdengar sahutan dari kantor biro yg memastikan jadwal besok.”Halo apakah ini dengan nona Putri Lila sendiri? Kami dari kantor biro mau konfirmasikan bahwa besok siang jam 12.00 tepat anda di tunggu bersama sepuluh orang peserta lainnya,Jangan sampai terlambat tibanya karena masih ada beberapa data yg harus anda lengkapi lagi. “ Akupun dengan tanggap mengatakan akan tiba setengah jam sebelum jam 12.00.Pakaian dan beberapa perlengkapan sudah ku kemas dalam koper dan tak lupa dengan novel-novel juga agenda catatanku.telpon berdering lagi kali ini tak mungkin dari kantor biro itu,Pasti si Lani yg mengingatkan akan hari esok. “Halo ini Lani, hai gimana apa sudah siap besok Lila? Tuh benar aja dugaanku.”iyah sudah dong barusan ada telpon dari orang biro sekedar memberitahukan bahwa besok harus tiba tepat waktu jam12.00.” “Ya udah besok aku dan Dandy akan mengantarmu sayang,Awas sampai kamu berubah pikiran,bersenang-senanglah lupakan semua yg menyakitkan tapi awas jangan sampai lupakan aku ya, dan ingat telpon aku setibanya disana ya?” Lani Lani seperti biasa dengan cerewetnya tapi aku sangat bahagia bisa jadi sahabatnya.dia sangat mengerti dan enak di ajak bicara tak pernah lelah memberikan masukan dan selalu memberiku dorongan yang positif seperti saat aku mengalami kejadian itu.
Pagi yg cerah udara sangat bersahabat langit saat ini biru sebiru hatiku,dan burung-burungpun berkicau menandakan bahwa hari ini hari yg sangat membahagiakanku. Setelah sarapan yg di buat mbo Ipah aku sempatkan berpamitan dengan papa sebelum beliau berangkat kerja. Papa sangat mendukung apa yg ku lakukan karena papa tahu aku dalam keadaan tidak menyenangkan,kira-kira seperti Itulah maksud papa beliau tak suka dengan kata stress/frustasi karena papa juga sudah lama ditinggal mama tetapi papa berusaha tidak larut dalam kesedihannya dan bukan berarti tidak mencintai mama malah buat papa dengan begitu mama akan tenang di alamnya karena tahu papa baik-baik saja.Sering papa katakan itu padaku bahwa mama wanita yg amat papa cintai, sampai-sampai papa begitu cintanya pada mama hingga kini belum bisa mendapatkan pengganti mama. Bagiku papa adalah the best father. Aku tak kuasa menahan sedih berpisah dengan papa,Hanya papa seorang milikku satu-satunya setelah mama tiada dan aku tak punya saudara tempat untuk berbagi kasih sayang.Tetapi kata papa”perginya kan tak lama hanya seminggu anak papa kok cengeng begitu? Nanti jangan lupa telpon dan bersenang-senanglah disana Lila.”Akupun memeluk papaku dan berjanji akan pulang kemudian akan kembali hidup dengan ceria seperti dulu lagi. Jam 10 aku sudah dalam perjalanan ke kantor biro jam 11 tepat akupun tiba disana Lani dan Dandy sudah menantiku.”Aduh Putri Lila kok wajahmu muram begini?Jangan katakan kalo hatimu berubah aku tak mau mendengarnya.” Dandy menyalamiku dan akupun memeluk erat sahabatku .“Tidak akan aku sia-siakan semua yg telah kamu lakukan untukku Lani,Aku sedih meninggalkanmu juga papaku.” “Oh begitu jangan bersedih aku tetap sahabatmu walaupun kamu berada di ujung bumi kamu tetap ada di hatiku dan papamu pun ingin anaknya yg semata wayang ini kembali nanti menjadi anaknya yg manis dan ceria kayak dulu . Lagi pula kan kamu tak berencana untuk tinggal di Paris selamanya.” Setelah kami berbincang-bincang akhirnya bis yg mengantar rombongan tiba dan akupun melengkapi beberapa form yg harus ku tandatangani dan akupun berangkat bersama kesepuluh peserta lainnya.
Betapa lelah perjalanan walaupun dengan pesawat tetapi terasa membosankan hanya bisa duduk terus.Penerbangan yg teramat panjang ini ku isi dengan membaca novel yg memang sudah ku siapkan.Tak terasa perjalanan ini akhirnya sampai juga dan akupun sangat terkagum-kagum melihat cuacanya bersih dan segar uuuaaahhh selamat datang Paris aku akan bersenang ria dan buatlah aku bahagia dan kagum denganmu. Rombongan kami pun di jemput dengan bis dan tujuan pertama adalah ke hotel tempat menginap mungkin setelah beristrahat melepas lelah kami akan di pandu untuk jalan-jalan ke tempat-tempat yg bersejarah tempat tamasya dan lain-lain.
Keesokan harinya rombongan kami setelah sarapan di lobby hotel menyantap hidangan yg sudah tersedia dan perut terasa kenyang kami pun masuk dalam bis yg telah di siapkan untuk perjalanan kami selanjutnya.Teringat semalam suara papa dan Lani mereka sama-sama memberiku semangat agar menikmati perjalanan tur ini.Bis berjalan dengan di pandu leader yang ramah yg menerangkan semua rute jalan yg kami lalui.Kami melewati jalan yang dulunya adalah kawasan asal mula kota Paris Il De La Cite.Sungguh indah kota Paris pemandangannya sangat bersih dan bangunan-bangunannya sangat artistik masyarakatnya pun sangat ramah. Kami berhenti di menara yg terkenal yg disebut menara Eiffel yang tertinggi pada masanya, sungguh panorama yg tak terlukiskan.Ku nikmati semua keindahan alam betapa senang melihat semua ini.Setelah itu rombongan kami beranjak menuju Arch de Triomphe yaitu gerbang kemenangan Napoleon Bonaparte sampai pada tempat yang di sebut Katedral Notre Dame yaitu gereja yang dulu menobatkan Napoleon,dan lebih terkenal akan legenda Hunchback of Notre Dame nya .Tak terlewatkan juga museum Louvre bangunannya sungguh megah memiliki ruang pamer seluas 60.000m2 dengan 35.000 koleksi benda seni awalnya bangunan ini merupakan kastil.Bahkan lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci sangat luar biasa Semua ini membuat hatiku sangat bahagia dan takjub tak satupun ku lewatkan momen seperti ini dengan kamera digitalku.Inilah kenang-kenangan yang terindah dalam hidupku.
Sungguh melelahkan tak terasa hari menjelang senja rombongan kami balik ke hotel dan berisrahat skalian makan malam menanti kami.hari ini sangat indah yah aku sangat bahagia….Ternyata hidup ini sangat berarti Tuhan memberikan kita cobaan tetapi terkadang kita manusia lupa bahwa sebenarnya itu hanyalah ujian untuk kita dalam menghadapinya.memang amat sulit awalnya namun ternyata kini aku mengerti bahwa tidak selamanya harus meratapi kesedihan terus menerus.Sekarang aku di sini tempat yang pernah aku dan Fandy impikan dulu. Awal yg baik Lila kamu sudah dapat menguasai perasaanmu sekarang ini,Bersyukurlah bahwa semuanya akan berlalu.
Waktu berjalan tak terasa besok aku pulang bersama rombongan lainnya. Selama ini aku puas menikmati perjalanan tur ke tempat-tempat yg indah dan bersejarah semuanya tak terlewatkan sedikit pun,kemarin perjalanan kami terakhir ke Champ Elysees nama jalan yang paling terkenal di Paris di sana di penuhi kafe-kafe dan butik-butik perancang terkenal. Begitu banyak cerita yg akan ku sampaikan pada Lani dan juga papaku. Ahhh sangat tenang dan damai melewati semuanya disini bersama rombongan tur yg ramah dan baik semuanya.Kebersamaan grup dan tanggung jawab tour leader sangat terasa waktu kemarin ada peserta yang mengalami pusing dan kami saling membantu merawat dan ada yang memberikan minyak angin ada juga yang memberikan obat sakit kepala,ah terasa kekeluargaan walaupun kami belum terlalu saling mengenal satu sama lain.Khusus pada pasangan suami istri di sebelah kamarku bapak Sam dan ibu Ratih,mereka sungguh bahagia ternyata dalam rangka memperingati perkawinan mereka yg ke 25th mereka sengaja mengikuti tur ini bersama..Bahkan untuk mempererat ikatan cinta, mereka berbulan madu lagi yang ke2 kalinya di Paris.Tempat mereka dulu pertama kali berbulan madu adalah di Nice kota pantai yang sangat indah sehingga di juluki “Queen of the Riviera”. Rombongan kami sempat singgah di sana dan memang pantainya sangat luar biasa tempat yang romantic. Seandainya mama masih ada pasti papa akan berbuat hal yg sama.
Malam ini khusus aku merenungi semua yg terjadi dalam hidupku,Suasana hening dalam kamarku dan lampu yg temaram menemaniku.Aku merasa sangat damai dan tenang keheningan ini di sini aku sendiri tanpa Fandy.Kami dulu pernah berjanji akan bersama-sama melihat keindahan Negara ini. Walaupun Fandy meninggalkanku tapi itu semua bukan keinginannya.Dan tentu saja Fandy akan lebih tenang mengetahui aku sekarang berada di sini,menyaksikan semua yang kami impikan bersama.Kepergiannya membawa duka yg dalam untukku…Kalau saja gedung itu tak runtuh menimpanya aku saat ini sudah menjadi tunangannya.Maut menjemputnya sebulan sebelum pertunangan itu.Dan aku merasa terpukul dengan semua ini. Pada awalnya aku merasakan fandy begitu tega meninggalkanku pada saat aku dan dia akan mengikat janji ,pada saat hatiku benar-benar terbuai akan cinta kami.Kini sudah setahun berlalu aku harus melepasmu dan mendoakanmu tenang disana.Maafkanlah aku sayangku cintamu membutakan ku sampai aku sendiri tak kuasa melepas bayang-bayangmu kenyataan yg sulit aku terima ini harus bisa ku lepas,dan di sinilah di tempat ini tempat yang kita impikan sekarang aku bisa merasakan ketulusanmu kehangatanmu namun Tuhan punya rencana lain bahwa mencintaimu tidak harus merubah apa yang sudah menjadi kehendakNya.
Fandy sayangku ,Keheningan ini sebagai pengantar kerinduanku yg terakhir padamu.Besok aku kembali dengan ceria sebagaimana kau slalu mengatakan Lilaku yg manis dan penuh keceriaan…Aku akan mengenangmu bukan dengan memendam cinta yang menyakitkan lagi tetapi aku mengenangmu sebagai cintaku yg indah.Cinta yang pernah bersemayam dalam lubuk hati yang terdalam. Fandy semoga kau pun memaafkanku dan doaku slalu menyertaimu,sayang….
S E L E S A I
BY:”F I R A.R” JAKARTA,AKHIR APRIL2007
“BILA ANDA MENCINTAI SESEORANG, BIARKAN IA PERGI.BILA IA KEMBALI MAKA IA AKAN SELALU MENJADI MILIKMU,DAN BILA TIDAK MAKA IA TAK AKAN PERNAH MENJADI MILIKMU”. *KAHLIL GIBRAN*