November 9, 2007 oleh fira
Hadirnya menambah gairah
Ia mengisi sisi hati yang resah
Bak warna kehidupan kehidupan yang cerah
Hilang sudah cemas nan gundah
Naluriterpana bergema gemuruh
Sorot mata tajam biasan nur hidayah
Sosok cinta membuai atma teguh kukuh
Nafas kehidupan nafas cintaku hadirlah
Cinta, datanlah !
Cinta, Mendekatlah !
Cinta, Peluklah !
Selamat datang cintaku
By : Fira Rachmat 08 November 2007
Ditulis dalam PUISI | Leave a Comment »
Oktober 9, 2007 oleh fira
PONDOK QALBU
Pondasi utamaku beriman padaNya
Tiang penyangga selalu percaya
Pijakan setia pada kekuasaanNya
Pondok Qalbuku perisai hidup dan kehidupan
Jendela bingkai dunia takwa
Ruang jiwa hembuskan asmaNya
Pintu gerbang menuju ke surga
Pondok Qalbuku teduh tiada tara
Kan ku hias dengan zikir bunga cinta
Kan ku perindah warna ketulusan doa
Kan ku dendangkan lantunan Alqur-an
Kan ku rajut hari dengan sujud setia
Wahai sang Maha Kasih tuntunlah hamba
Wahai sang Maha kuasa berserah diri hamba
Wahai sang Maha Mulia terangi hati hamba
Dalam pondok Qalbu ku mohon penuh damba
By: Fira R 9 Oktober 2007.
Ditulis dalam PUISI | Leave a Comment »
Oktober 6, 2007 oleh fira
PAWAKA DI HATIKU
Sepanjang jalan tampak buram dalam pandanganku,peluh membasahi sekujur tubuh.Aku berjalan tanpa lelah dan tak perduli pada apapun dan siapapun disekitarku saat ini. langit senja berwarna merah menerawang bumi yang kupijak ia seakan enggan meninggalkan diriku yang tertatih-tatih dalam langkah dan pikiran yang entah melayang kemana arahnya.Kalut, sungguh kekalutan yang tak dapat aku lihat ujungnya apalagi untuk mempersatukan kedua ujung yang kusut itu.
Hatiku memberonta jiwaku tak terkendali. Bau asap kendaraan dan deruan berisiknya tak membuatku bergeming. Aku hanya ingin menjauh, pergi sejauh-jauhnya kemana kaki ini melangkahkan. Dalam hatiku berbisik “kemanakah akhirnya perjalanan ini? kemanakah perginya keadilan itu?” Suara bisikan itu terus bergema tak berhenti ia semakin membuatku terus mencarinya.
Hingga kelelahan diri menatap gubuk dan warung yang terhimpit gedung-gedung pencakar langit disekitarnya. Aku tak sadar entah berapa mil jaraknya kaki ini berjalan rasa haus hinggap ku pandangi diriku, aku hanya membawa diriku tanpa tas dompet sepatu yang biasa menemaniku. Aku mengingat-ingat lagi pertengkaran yang terjadi tadi. Uh..persetan!!!
Langkahku terhenti di sebuah sudut warung kopi,aku berjalan ke arah pak tua yang sedang menyulutkan sebatang rokoknya.”Pak, boleh minta air minumnya?” sapaku tak memperdulikan tatapan orang-orang yang sedang berehat dan ngopi ditempat itu.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Cerpen | 1 Komentar »
Oktober 6, 2007 oleh fira
NOKTAH DALAM CINTA
Anggapan mereka tentang diriku yang mengkait-kaitkan kehidupan rumah tangga orangtuaku ku tepis sejauh-jauhnya. Bah siapa mereka yang seenak jidatnya bercerita ini dan itu! Apa yang mereka ketahui sesungguhnya tidak ada ! Hanya menilai dari kulit luar saja itu belum bisa di anggap betul. Ahhh masa bodohlah kenapa aku pikirin toh gak menghasilkan apa-apa. Degup jantungnya tak beraturan menahan amarah yang teramat sangat pada tetangga kiri kanan yang mengguncingkan ayahku. Rena tergopoh-gopoh berjalan mengimbangi antara kekusutan hati dan debaran jantungnya.
Kak aku lapar nih sejak dari siang di sekolah hanya makan donat satu di belikan teman. Adiknya yang bungsu Ronal menyambut dengan kalimat yang menambah kekalutan suasana hatinya. Sementara adiknya Popi belum juga pulang dari sekolah sejak ayahnya tak lagi memperhatikan kelakuan Popi semakin menjadi ,sering pulang telat dari sekolah.Sebentar kakak masak nasi dulu, kamu bantu kakak beresin rumah ya. Bujuknya lembut.
Rena tak dapat menyangkal ia teramat lelah menghadapi semua yang terjadi. Sebagai seorang anak ia harus menghadapi kegetiran di masa mudanya. Teman-teman sebayanya saat ini tentu menikmati bercanda ria dengan keluarga bermain tertawa bahagia seperti yang ia lihat pada keluarga lainnya. Ada tetesan hangat menggulir jatuh lembut di pipi mulusnya. Reflek tangannya menghapus tetes air dari pipinya wajah yang semula tak bersemu kini ia bingkai dengan senyum menghibur dan berbisik dalam hati ahhh aku senang aku bahagia aku sehat aku tak apa-apa tak ada yang perlu ku risaukan. Rena semangat itu harus ada, ya bersemangatlah! Sambil mencuci beras ia bernyanyi kecil. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »
Oktober 6, 2007 oleh fira
Di Atas Naungan Sajadah
Terngiang terus pembicaraan kemarin para penggos imud(penggosip ibu-ibu muda)mengenai mba Heni yg malang,aku nggak mengerti apa sih tujuan mereka berbuat begitu? Aku gak mau munafik memang sempat terlibat perdebatan dengan mereka namun aku hanya membela mba Heni. Setidaknya aku bukan mengecap mba Heni wanita… seperti anggapan mereka. Sungguh kasihan tiap hari mengantar anaknya sekolah yg didapati wajah-wajah masam dan sindiran,sudah keterlaluan banget.”Kita gak bisa menilai seseorang dari luar aja.” Seru ku pada para penggos imud.
Apakah karena aku juga mengalami masalah hingga otomatis memahami apa yg di rasakan mba Heni? Entahlah, sementara permasalahan mba Heni aku nggak tau jelas gimana.
Lamunanku tersentak sesaat, tangis putriku memecah kebisuan suasana rumah yg hanya ada aku dan Siva putriku. Kebiasaan Siva selalu terjaga manakala di dapatinya aku gak berada di sampingnya.Saat menina bobokan, kulirik jam sudah hampir setengah sebelas.
Mungkin dia gak pulang lagi malam ini…batinku sendiri. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Cerpen | Leave a Comment »